Showing posts with label Wisata Pulau Lombok. Show all posts
Showing posts with label Wisata Pulau Lombok. Show all posts

Wisata Alam Rinjani


Disamping anda bisa menikmati keindahan pantai, di Lombok anda juga bisa menaklukkan Rinjani, Gunung berapi tertinggi ke dua di Indonesia setelah Kerinci di Sumatera. Gunung ini memiliki ketinggian 3726 meter di atas permukaan air laut. Gunung ini tidak sekedar tinggi, namun menawarkan panorama alam yang mengagumkan, sebuah mahakarya yang eksotis dan layak dinikmati.

Di atasnya, anda akan menemukan danau Segara Anak, sebuah danau yang indah. Sebagai suatu imbalan telah bersusah payah menaiki Rinjani. Temukanlah, dan ayo taklukkan Rinjani…. dan dapatkan diri anda sebagai seorang yang sangat kecil, sehingga tak ada alasan lagi untuk membanggakan diri.

(Coba telaah perbandingan tinggi Rinjani dengan luas daratan Lombok, bandingkan dengan tinggi Kerinci dan luas Sumatera)

Berikut ini adalah lokasi yang menjanjikan suatu decak kagum akan mahakarya sang pencipta.

Tempat Tempat Penting Dalam Perjalanan mendaki Gunung Rinjani-Lombok*

Bunut Ngengkang ,
adalah sebatang pohon beringin besar, di bawahnya di jadikan tempat
peristirahatan pertama oleh para pendaki, tempat pertemuan antara
jalan senaru ke semongkat.
tempat ini menyeruypai seseorang yang berdiri dengan kedua kakinya
yang terbuka seperti layaknya kaki yang mengangkang. itulah sebabnya
di sebut bunut ngengkang. Andongan tembing adalah merupakan pintu
untuk memasuki hutan belantara. merupakan pintu I dalam pendakian
gunung rinjani. di tempat ini pare pendaki di ingatkan berhati hati
karena sudah mulai terdapat banyak tebing yang berbahaya.

Montong Satas ( Pos II )
tempat ini merupakan temapt peristirahatan, disini terdapat batuyang
di sebut Batu Penyesalan. di tempat inilah muncul perseteruan dalam
hati para pendaki antara melanjutkan perjalanan atau kembali, karena
jarah yang di tempuh ke tempat tujuan sama jauhnya dengan perjalanan
kembali. pada sa’atitu kondisi badan sudah lumayan letih. dalam
keadaan normal tempat ini dapat di jangaku selama 2 jam dari bunut
ngengkang.

Senggah Basong ( Barking Deer )
Rusa jenis ini memang penghuni kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani,
bentuk fisiknya sama dengan menjangan lainnya, yang berbeda adalah
susunan susunya yang terdiri dari lima punting susu. sementara
menjangan atau senggah biasa memiliki 4 punting susu. muka menjangan
ini menyerupai anjing, tanduknya agak melengkung ke belakang serta
baunya mirip seperti anjing, itulah sebabnya jenis satwa ini di sebut
Senggah Basong ( senggah = menjangan, bbasong = anjing )

Goa SUSU
Di Tamana national Gunung Rinjani terdapat 3 goa yang terkenal yaitu
Goa susu, goa payung dan goa manik, goa susu dapat di jadikan media
bercermin diri, sering di gunakan sebagai tempat bermeditasi. orang
orang yang berhati kotor, dengki akan mendapat kesulitan untuk
memasuki goa susu. Lubangnya lobangnya memang sempiy namun sebaliknya,
hanya orang orang yang berhati mulia, bersih lahir batinya yang dapat
memasukinya. dari dalam goa air menetes dari ujung bebatuan yang meyerupai

punting susu, itulah sebabnya di sebut goa susu. rasa air yang menetes
dari setiap puting tersebut berbeda beda.
di dalam goa susu terasa suhu yang panas dan berasap bagaikan asap
kukusan sehingga pelakuan dalam proses ini di sebut mengukus dan
terkadang orang menyebutnya rontgen, dan sangat bagus untuk
menyembuhkan segala macam penyakit di badan.

Aiq Kalak / Air Panas
Aik kalak, berarti air panas, air inilah yang di gunakan untuk berobat
segala macam penyakit. salah satu dari sekian nama air panas adalah
pangkereman jembangan yang berarti suatu tempat berendam. di tempat
ini mata air panas meyembur dengan suhu yang sangat tinggi. banyak
para pendaki menggunakan tempat ini untuk menguji benda benda bertuah.
membuat minyak obat dari kelapa. benda benda bertuah seperti keris,
pedang, golok, badik, tombak dapat menjadi lengket apa bila di
rendam, itu menandakan bahwa benda benda tersebut jelek, tidak
memiliki kekuatan supranatural. sebaliknya, apabila benda benda itu
tetap utuh berarti benda benda tersebut memiliki kekuatan
supranatural. dipercaya sudah memiliki Mang ( kekuatan ).

Danau Segara Anak
dari atas, danau segara segara anak tampak luas meyerupai lautan.
dengan warna air yang mebiru, danau ini bagaikan anak lautan. karena
itulah disebut segara anak, danau segara anak menyimpan berbagai
misteri dan kekuatan gaib, itulah sebabnya manusia merasa betah
tinggal lama di tempat ini. disinilah komunitas mahluk gaib yang di
sebut jin bermukim. diyakini sekitar danau segara anak di huni oleh
komunitas bangsa jin yang sangat banyak, sebagai besar dari mereka
beragama islam. keyakinan masyarakat, apabila Danau Segara ANak
terlihat luas menandakan bahwa umur orang yang melihat itu masih panjang.
sebaliknya jika tampak sempit maka menandakan umir si pelihat pendek.
untuk itu agar tidak menjadikan seseorang pesimis maka segera di
lakukan bersih diri. artinya bangkitkan semangat hidup dan harus
berjiwa tenang. pandanglah kembali danau sepuas puasnya.
Pantangan ketika di sana, tidak boleh melakukan hubungan intim suami
isti, jangan mengeluh dan berkata kotor, harus tetap sabar dalam
menghadapi persoalan persoalan.

Gunung Baru Jari
Gunung baru berarti gunung berapi yang baru , anak gunung itu
menyembul di tengah tengah Danau segara Anak, menurut kepercayaan
masyarakat, gunung baru merupakan pusar Gunung rinjani, jika gunung
baru yang meletus tidak akan membahayakan Penduduk di Pulau Lombok.
Terkecuali yang meletus Gunung Rinjani sendiri. Sebagaian masyarakat
percaya bahwa ketika gunung baru meletus tahun 1994 dan 2004 adalah
merupakan ulah bangsa jin, mereka sedang membangun. hal ini tampak
dari batu batu yang di semburkan tersusun rapi dan indah. batu batu
tersebut berada pada bagian kaki Gunung Baru.

Puncak Rinjani
Di Puncak gunung Rinjani diyakini oleh masyarakat umum di lombok
adalah Sebagai tempat bersemayamnya Raja Jin, penguasa Gunung Rinjani
bernama Dewi Anjani.
dari puncah ke arah tenggara terdapat sebuah lautan debu ( kaldera )
yang dinamakan Segara Muncar. pada saat saat tertentu, dengan kasat
mata dapat terlihat istana Ratu Jin. Pengukutnya merupakan golongan
Jin yang baik baik. alkisah Ratu Jin Dewi Anjani adalah seorang putri
Raja yang tidak di izinkan menikah dengan kekasih pilihannya. pada
suatu tempat mata air bernama Mandala sang Ratu Menghilang. ia
berpindah tempat dari alam nyata menuju alam gaib ( alam Jin ).

Sandar Nyawa / Bunga Abadi
Jenis tanaman ini menurut kepercayaan terlarang di petik, karena
tanaman ini merupakan tanaman di dalam Taman Sari dari kerajaan Jin
di alam gaib. untuk memperoleh bunga ini masyarakat pada zaman dulu
harus berani mempertaruhkan nyawanya. itulah sebabnya bunga ini
disebut bunga Sandar Nyawa. bunga ini tak pernah layu, usianya sama
dengan usia mahluk gaib.

Kalimantong
Tanaman ini banyak tumbuh di sepanjang jalan menuju kawasan Gunung
Rinjani. Pohonnya berduri bagaikan pohon mawar. buahnya merah seperti
strawbery. buah kalimantong dapat di makan dan rasanya manis sedikit
kecut. buah ini dapat menjadi pelepas dahaga dan lapar para pendaki
yang kehabisan bekal.

(*article dari Ronie, Rinjani Trekking Club, JL. Raya Senggigi Km. 08, Senggigi 83355 +628175730415, www.anaklombok. com)

Pantai Kuta

PANTAI KUTA DI PULAU LOMBOK

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Udara terasa panas ketika kami melintas dengan kendaraan dari Mataram menuju Kuta – nama sebuah pantai indah di Pulau Lombok. LombokBangka 164Jarak antara Mataram-Kuta sekitar 70 km, namun kami tempuh dalam waktu lebih kurang satu setengah jam. Kami sengaja mengendarai mobil agak lamban, mengingat lebar jalan yang relatif kecil dan berliku. Sepanjang jalan, saya dapat menyaksikan suasana kehidupan masyarakat desa. Saya senang memperhatikan arsitektur tradisional rumah suku Sasak yang terasa menyatu dengan alam. Rumah-rumah itu terletak di antara rerimbunan dahan-dahan pepohonan, berjajar-jajar sehingga membentuk keindahan tersendiri. Bukan sekali ini saja saya datang ke Lombok. Namun sebelumnya saya hanya datang ke kota. Kali ini saya masuk jauh ke pedalaman, keluar masuk kampung-kampung, dan akhirnya pergi ke Kuta.

LombokBangka 177Dalam pengamatan saya yang sering pergi ke pantai, Pantai Kuta di Lombok jauh lebih menawan dibandingkan Pantai Kuta di Bali. Kedua pantai ini memiliki nama yang sama, namun kondisinya jauh berbeda. Pantai Kuta di Bali terletak sangat dekat dengan kota. Kawasannya sudah dibangun dan dikunjungi banyak turis, dari dalam maupun dari luar negeri. Pantai Kuta di Lombok masih tergolong sepi. Penduduk sekitar masih diliputi suasana kehidupan perdesaan, dengan bangunan-bangunan relatif sederhana. LombokBangka 154Hanya Hotel Novotel yang tergolong mewah di pantai itu. Hotel ini dibangun dengan gaya tradisional Sasak dalam bentuk rumah kampung terbuat dari kayu beratap ijuk dan daun ilalang. Pemandangan dari hotel yang menghadap ke laut nampak sangat indah. Alam masih asri, belum banyak sentuhan tangan manusia.

Ada sejumlah wisatawan asing, dari Eropa, Jepang dan Korea yang sengaja datang untuk menyepi dan menikmati keindahan Pantai Kuta. Kedatangan para wisatawan dalam dan luar negeri itu sedikit banyaknya membantu perekonomian masyarakat di kampung itu. Banyak warung berdiri di tepi pantai menjual keperluan sehari-hari serta makanan dan minuman khas Lombok. Saya ikut minum kopi dan makan nasi di sebuah warung sederhana namun menyenangkan. Meski sudah lama tinggal dikota, selera makan saya tetap saja selera orang kampung. Menikmati ikan bakar dengan sambal dan lalap-lalapan di pinggir pantai, sungguh terasa enak tiada terkira. Kalau LombokBangka 118LombokBangka 153tak ada wisatawan berkunjung, mungkin warung-warung itu akan mati. Maka biarkanlah segalanya berjalan sebagaimana adanya. Wisatawan boleh datang dan pergi, namun suasana kampung haruslah tetap terpelihara. Suasana kampung yang bersahaja itulah yang membuat segalanya menjadi menarik. Kampung tak perlu diubah menjadi kota. Namun kesejahteraan hidup orang di kampung tentu harus ditingkatkan. Dengan hidup sejahtera itu, orang tidak akan merusak lingkungan, sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Keluar masuk kampung yang tak saya kenal adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Saya selalu heran, karena begitu saya masuk kampung – di mana saja di seluruh tanah air – orang-orang di LombokBangka 115kampung itu dengan mudah menyapa saya dan mengenal saya dengan baik. Mereka mengatakan sering melihat wajah saya di televisi dan berbagai media cetak, sehingga telah begitu akrab. Di kampung-kampung itu, saya sering diajak mampir ke rumah seseorang yang sebelumnya tak saya kenal. Mereka menyuguhi saya minuman sambil bercakap-cakap dengan orang kampung yang segera saja datang berkerumun. LombokBangka 107Dari pengamatan dan mendengarkan cerita orang di kampung itu, saya mengerti suasana hati rakyat. Apa keluhan mereka dan apa harapan mereka. Saya selalu menyimaknya dengan penuh kesungguhan, walau kadang kami tertawa-tawa sambil bercanda. Memang, berjalan kaki menyusuri kampung-kampung memberi inspirasi yang sangat berharga untuk saya renungkan. Saya pun senang memotret suasana kehidupan di kampung. Semuanya saya simpan dalam album untuk menjadi kenangan sepanjang hayat.

Orang kampung di sekitar Pantai Kuta di Lombok hidup dari bertani, berternak, menangkap ikan dan menenun. Kebanyakan mereka menanam padi dan palawija di sawah dan ladang. Mereka banyak LombokBangka 147memelihara sapi, kerbau dan kuda. Sebagian mereka melaut menangkap ikan menggunakan perahu nelayan tradisional. Kegiatan menenum dilakukan kaum wanita, menggunakan alat tenun tradisional.Kegiatan menenun itu dilakukan hampir setiap rumah. Ada toko bahan tenunan di pinggir jalan untuk memasarkan hasil tenunan itu, terutama kepada mereka yang berkunjung. Ada pula anak-anak dan perempuan dewasa yang LombokBangka 146menjunjung hasil tenunan dan menjajakannya kepada wisatawan yang datang ke Pantai Kuta. Kain tenunan yang nampak bagus itu dijual dengan harga yang murah. Mereka bahkan menawarkan kain sarung untuk laki-laki dengan harga Rp. 20 ribu sehelai. Kain songket relatif agak tinggi harganya. Mulai Rp.600 ribu sampai Rp 1 juta. Namun menenun songket sebagus itu, kadangkala memakan waktu satu bulan lamanya.

Menyimak harga-harga kain tenun yang dipasarkan, saya dapat membayangkan betapa sulitnya mencari uang bagi masyarakat perdesaan. Namun rezeki tentu datang dari mana saja, kalau orang rajin berbuat dan berusaha. Rumah-rumah nampak sederhana,LombokBangka 136 sebagai cerminan kesedrhanaan kehidupan sosial ekonomi penduduk kampung itu. Mereka hanya membeli sesuatu yang tidak dapat mereka buat sendiri, atau tak dapat diambil dari alam di sekitar mereka tinggal. Ongkos transportasi juga sedikit, karena agak jarang-jarang orang kampung bepergian. Hiburan juga ala kadarnya. Hidup tanpa banyak keinginan dan tuntutan, kadang-kadang menyenangkan juga. Kebahagiaan dan kesenangan hidup, tidak selalu dapat diukur dengan materi dan gemerlap kehidupan perkotaan. Hidup sederhana di kampung, jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan hidup di kota, namun diliputi kemiskinan.

Ketika waktu sembahyang Jum’at tiba, saya menghampiri sebuah mesjid di tepi jalan. Saya membaur dengan orang-orang kampung dengan bersahaja. Namun, tetap saja jemaah mesjid itu mengenal saya. Mereka ingin bersalaman dan menanyakan bagaimana LombokBangka 097ceritanya saya sampai ke kampung itu. Saya mengatakan, saya ingin berjalan-jalan dan memarkir kendaraan agak jauh, agar saya dapat berjalan kaki. Istri saya juga ikut dan dia menggunakan payung karena tak begitu tahan ditimpa teriknya sinar matahari. Orang Sasak beragama Islam. Mereka pada umumnya sangat kuat memegang ajaran agama. Saya bertanya kepada mereka tentang ajaran Islam Telu – sinkretismeLombokBangka 114 antara Islam dan Hindu – di kalangan warga Sasak. Mereka hanya tertawa dan mengatakan bahwa semua penduduk kampung itu menganut Islam Limo, artinya mereka mengerjakan sembahyang lima kali sehari semalam, bukan tiga kali seperti Islam Telu. Islam Telu sudah hampir punah, walau masih ada sedikit pengikutnya di gunung-gunung.

LombokBangka 110Mengamati kehidupan masyarakat kampung di Lombok makin membuat saya mengerti akan dinamika sosial. Tidak ada sesuatu yang statis. Kehidupan akan terus berubah. Masalahnya hanyalah apakah perubahan itu datang dengan cepat atau lambat. Dalam kasus Islam Telu misalnya, proses purifikasi pemahaman dan pelaksanaan ajaran Islam, cepat atau lambat akan datang juga. Demikian pula aspek-aspek yang lain dalam kehidupan sosial. Arsitektur mesjid di Lombok juga kian berubah, makin dipengaruhi oleg gaya bangunan Mughul dan Timur Tengah. Mesjid-mesjid lama masih menampakkan unsur tradisional Lombok, bahkan pengaruh arsitektur Hindu Jawa dan BaliLombokBangka 209 masih terasa. Secara subyektif, saya sebenarnya lebih menyukai arsitektur mesjid bergaya lokal, dengan tetap memenuhi ketentuan persyaratan sebuah masjid, terutama arah kiblat yang pas menunju Mekkah al-Mukarramah. Saya sering berkelana di negeri Tiongkok untuk menyaksikan mesjid-mesjid bergaya Kelenteng dengan perasaan takjub. Menjadi Muslim tidaklah harus menjadi seperti orang Arab. Islam menghargai dan menghormati ciri khas budaya suatu bangsa. Sering orang salah paham dengan hal ini.

LombokBangka 013Ketaatan orang sasak kepada agama Islam memang menakjubkan saya. Saya hampir tak percaya, ketika kawan-kawan di Lombok mengajak saya datang ke sana untuk menyampaikan ceramah dan pidato menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram. Mereka bilang, kalau anda datang, maka pertemuan itu akan dihadiri tak kurang lima puluh ribu orang. Ternyata, yang hadir mendekati angka tujuh puluh ribu orang. LombokBangka 033Sayapun heran, jemaah sebanyak itu dengan tenang mendengarkan pesan-pesan yang saya sampaikan. Mereka menyimak kata demi kata yang saya ucapkan dengan penuh perhatian. Pengaruh ajaran agama terasa begitu dalam bagi kehidupan masyarakat Lombok. Seharusnyalah ketaatan kepada ajaran Islam itu mendorong masyarakat ke arah kemajuan.

Beberapa hari di Lombok, membawa kesan yang dalam ke lubuk hati sanubari saya. Saya merasa memiliki sebuah tanggungjawab sosial dan politik, untuk ikut membawa masyarakat ke arah kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna. Maju secara sosial dan ekonomi, namun tetap berlandaskan kepada nilai-nilai Islam dan ciri khas budaya bangsa kita sendiri. Keadaan sosial ekonomi dan budaya di Lombok, sebenarnya hampir sama saja dengan daerah-daerah lain di seluruh tanah air. Masyarakat ingin sekali maju dan berkembang. Tugas para pemimpinlah untuk membawa mereka ke arah kemajuan itu…

Wallahu ‘alam bissawwab.

Cetak artikel Oleh Yusril Ihza Mahendra — March 4th, 2008